Dewi Nur Kartini

Dewi Nur Kartini

Dewi Nur ‘Kartini’

“Foto yang baik itu adalah yang bisa membawa perubahan.” Hal itu dikatakan Dewi Nurcahyani, fotografer perempuan energik,  yang menjalani profesinya sejak awal tahun 2000. Karyanya telah banyak menghiasi berbagai media, baik lokal maupun internasional. Lewat kamera, Dewi telah mengubah hidup banyak orang.

‘Kehebatan dalam mengubah’ mungkin keahlian Dewi. Namun ada hal yang saya harap tak ia rubah sampai kapan pun, yaitu keceriaannya. Dewi adalah penyintas kanker. Penyakit itu memang telah mengubah kemampuan tubuhnya, namun tidak wajah sumringahnya.

Kesedihan seakan tak pernah menghampirinya. Tak pernah saya melihat Dewi murung. Mungkin kata-kata Kartini yang menginspirasinya, “Tidak ada sesuatu yang lebih menyenangkan, selain menimbulkan senyum di wajah orang lain, terutama wajah yang kita cintai.”

Dewi, juga berperan dalam perjalanan hidup saya. Kami pertama bertemu di tahun 2004. Waktu itu ia memotret saya dan Ibu, untuk majalah tempatnya bekerja. Kala itu, saya sampaikan padanya, saya ingin menjadi fotografer seperti ‘tante,’ begitu saya memanggilnya.

Saya tak ingat, apa jawabnya. Namun ketika kemudian ‘si tante’ mengirimkan hasil fotonya, ada potret yang ia bubuhkan nama dan nomor telepon saya. Lebih kurang, dia bilang “katanya mau jadi fotografer, itu kartu nama untukmu, biar jadi fotografer beneran“. Dan itu kejadian.

Hobi Selfie

Tak disangka, 13 tahun kemudian saya bisa bekerja dalam satu project dengan tante Dewi, yang juga hobi ‘selfie’. Dewi sering membagikan foto, beserta ceritanya di dunia maya. Lewat media sosial lah, karyanya kerap jadi viral, dan memberikan manfaat bagi orang-orang yang menjadi objek bidikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *