Ayah Rumah Tangga

Ayah Rumah Tangga

Sebutan ayah rumah tangga atau bapak rumah tangga memang belum lazim di Indonesia, juga di negara-negara Asia, yang masih kental kultur patriarkinya, di mana mengurus anak di rumah pada umumnya dilakukan seorang ibu. Selain dari tradisi, stigma kepada ayah rumah tangga juga kerap dikaitkan dengan ajaran agama.

Beberapa tahun belakangan, jumlah ayah rumah tangga terus meningkat. saat ini mulai banyak pasangan yang bertukar peran. Merawat anak di rumah, dan mengurusi keperluan rumah tangga, menjadi peran suami. Sementara bekerja di luar rumah dijalankan oleh sang istri.

Namun citra negatif masyarakat masih sulit terelakkan. Tak heran, bila ada pria yang mau melakoni peran ini, sering masih dipandang sebelah mata. Meski kini pilihan ini mulai bisa diterima masyarakat.

Menjadi bapak rumah tangga, juga bukan berarti sang suami adalah pengangguran. Saat ini banyak pekerjaan yang memperbolehkan seseorang bekerja jarak jauh atau bisa dilakukan dari rumah, seperti penulis, desainer, dan banyak profesi lainnya.

Sebenarnya tidak ada yang salah jika suami menjadi bapak rumah tangga, jika pilihan tersebut sudah menjadi keputusan rumah tangga sepasang manusia. Yang terpenting dan harus disadari adalah ketika pasangan tersebut bisa menjalankan peran masing-masing dengan baik, berarti mereka tidak berbeda dengan keluarga ‘normal’ lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *